Segalanya bermula di sebuah rumah sakit—tempat yang identik dengan kesibukan dan keheningan, namun justru menjadi titik awal takdir mempertemukan dua hati.
Waktu berjalan, dan pertemuan itu berlanjut dalam bentuk percakapan. Layar ponsel menjadi jembatan, kata demi kata tersusun, menghadirkan tawa, cerita, dan rasa nyaman yang perlahan tumbuh, kami saling mengenal tanpa tergesa.
Hingga pada akhirnya, kami memutuskan untuk bertemu. Sebuah kafe menjadi saksi pertemuan pertama yang sesungguhnya—di mana senyum tak lagi terbatas oleh layar, dan rasa itu menemukan bentuknya.
Dari pertemuan demi pertemuan, kami belajar memahami, menerima, dan menguatkan satu sama lain. Kedekatan itu membawa kami pada sebuah keputusan: menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, berjalan berdampingan, tumbuh bersama.
Siapa yang sangka, pertemuan yang tidak terduga dan hubungan yang terbilang singkat ini justru menumbuhkan keyakinan yang begitu kuat. Dengan keyakinan yang sama, kami sepakat untuk berkomitmen, melangkah ke tahap yang lebih serius—memutuskan untuk hidup bersama, mengikat janji, dan menua dalam satu tujuan yang sama: pernikahan.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Ucapan Selamat & Do'a